OBJEK WISATA YANG ADA DI PATI
Berita, Info, Wisata, dan Segala Pati
Gua Pancur Kayen Pati
Gua
Pancur merupakan sebuah gua di kawasan katuan kapur (karst) yang
mempunyai lorong sepanjang lebih kurang 7.356 meter (7 km). Dan
sebagaimana lazimnya gua-gua yang terbentuk secara alami di balik perut
Pegunungan Kapur Kapur Utara, gua ini dipenuhi oleh bebatuan stalaktit
dan stalakmit, tentu menjadi daya tarik tersendiri.
Di
dalam gua terdapat aliran sungai dengan air yang mengalir keluar dengan
kedalaman sebatas pinggul orang dewasa, merupakan mata air yang berasal
dari ujung gua paling dalam, dan tak pernah kering, meskipun musim
kemarau panjang. Debit air yang keluar dai mulut gua lebih kurang 40
liter/detik.
Beberapa
daya tarik lainnya, aliran sungai dalam gua tersebut juga terdapat
beberapa jenis ikan besar maupun kecil,yang tak pernah bisa dipancing.
Di dalam gua ini terdapat batuan kapur yang bentuknya patung mirip seekor kuda yang oleh warga setempat diberi nama sebagai watu jaran (batu kuda).
Di
luar gua dibangun sebuah danau buatan yang sekaligus dapat digunakan
sebagai kolam pemancingan. Danau buatan ini menampung air yang keluar
dari dalam gua untuk selanjutnya dialirkan menuju sawah dan perkampungan
warga setempat. Di atas danau terdapat sebuah rumah makan.
Kondisi terkini.
Beberapa tahun lalu objek wisata ini pernah dikelola oleh Dinas
Pariwisata Kabupaten Pati bekerja sama dengan pihak PDAM Kabupaten Pati.
Pada tahun 2004, Pemkab Pati juga menjalin kerja sama dengan H Amir,
seorang petani tambak bandeng air tamar, warga Desa Talun, Kayen.

Kondisi Gua Pancur saat ini
Sebulan yang lalu ketika saya jeng-jeng
(jalan-jalan) ke sana semuanya telah berubah 180 derajat. Sarana dan
prasarana yang telah ada semakin tidak terawat. Lingkungan batu karst di
sekitar guapun ikut rusak parah akibat penambangan phospat liar yang
terjadi sekitar pertengahan 2008. Di muka mulut gua yang seharusnya
sudah tumbuh sekumpulan pohon yang tahun 1995 dulu ditanam oleh Gubernur
Jawa Tengah, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Tengah
dan Bupati Pati saat itupun tidak berbekas sama sekali. Apalagi pohon
yang ditanam oleh para (sekedar) Pramuka peserta Raimuna Daerah. Dan
anehnya, tidak ada satu pihakpun yang merasa ‘dirugikan’.
Sumber: Alamendah’s Blog


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda